Efek langsung dari menyantap mentega dalam porsi besar adalah munculnya rasa kenyang berlebihan, mual, hingga gangguan pencernaan. Tak hanya itu, lemak yang melonjak drastis memicu respons organ dalam.
“Makanan yang sangat berlemak juga merangsang kontraksi kandung empedu. Pada orang yang memiliki batu empedu atau riwayat gangguan kandung empedu, konsumsi makanan berlemak tinggi dapat memicu rasa nyeri hebat atau ketidaknyamanan pada area perut,” tambah Prof. Sri.
3. Risiko Peningkatan Kadar Lemak Darah dan Penyakit Jantung
Dampak paling mengkhawatirkan dari tren ini terjadi pada sistem kardiovaskular. Setelah Anda menyantap lemak dalam jumlah besar, kadar lemak di dalam darah terutama trigliserida akan mengalami lonjakan sementara (postprandial hyperlipidemia).
Jika kebiasaan ini dilakukan berulang kali demi konten atau sekadar memuaskan rasa penasaran, dampaknya bisa bersifat permanen pada profil lemak darah Anda. Kondisi ini dapat memicu risiko penyakit metabolik serta gangguan fungsi jantung.
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti penderita dislipidemia, penyakit jantung koroner, obesitas, diabetes melitus, perlemakan hati (fatty liver), hingga riwayat batu empedu, sangat dianjurkan untuk menghindari tren ini.
Kembali ke Prinsip Gizi Seimbang
Meskipun memiliki sejumlah risiko jika dimakan berlebihan, mentega dan margarin bukanlah bahan makanan yang haram atau harus ditakuti. Mengutip data dari Chosun, mentega pada dasarnya masih mengandung nutrisi bermanfaat seperti vitamin A, vitamin B12, serta sedikit vitamin D dan E.
