Namun, untuk mendapatkan asupan vitamin tersebut, masyarakat tidak perlu memaksakan diri menyantap mentega utuh. Nutrisi serupa dapat diperoleh secara aman dari bahan makanan harian seperti telur, ikan, susu, dan sayur-sayuran segar.
Sebagai acuan harian, para pakar kesehatan merekomendasikan asupan lemak berkisar antara 20 hingga 30 persen dari total energi harian, dengan memprioritaskan sumber lemak tak jenuh yang lebih ramah bagi pembuluh darah.
“Mentega dan margarin bukan makanan yang perlu ditakuti, tetapi juga bukan makanan yang dibolehkan dimakan langsung dalam jumlah besar,” tutup Prof. Sri.
Jadi, tidak perlu merasa ketinggalan zaman hanya karena tidak mengikuti tren kuliner viral di media sosial. Bijaklah dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh demi kesehatan jangka panjang.***
