PurwakartaUpdate.com – Penumpukan lemak berlebihan di dalam tubuh atau obesitas terus menjadi perhatian serius di bidang kesehatan masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya mengubah bentuk fisik seseorang, tetapi juga menjadi faktor risiko utama munculnya berbagai penyakit kronis berbahaya, seperti penyakit jantung koroner dan stroke.
Kedua penyakit tersebut bahkan tercatat sebagai penyebab kematian terbesar penduduk dunia, terutama pada kelompok usia lanjut.
Kurangnya aktivitas fisik kini disinyalir menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat modern.
Ketua Tim Kerja Penyakit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, dr. Esti Widiastuti, MScPH, menjelaskan bahwa mekanisme terjadinya obesitas pada dasarnya berkaitan erat dengan keseimbangan energi di dalam tubuh.
Prinsip dasar obesitas berkaitan langsung dengan keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk melalui makanan dan kalori yang keluar melalui aktivitas harian.
