Menanggapi fenomena ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof. Sri Anna Marliyati, mengimbau agar masyarakat memahami kandungan nutrisi di balik bahan makanan tersebut sebelum mencobanya.
Berikut adalah tiga risiko utama kesehatan yang perlu diwaspadai jika Anda nekat mengikuti tren makan mentega langsung:
1. Lonjakan Asupan Kalori dan Lemak Jenuh
Mentega dan margarin dikenal sebagai sumber lemak yang sangat padat energi. Prof. Sri menjelaskan bahwa setiap satu gram lemak menyumbang kalori yang cukup tinggi bagi tubuh.
“Margarin merupakan sumber lemak yang sangat padat energi. Satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori (Kkal), sehingga konsumsi langsung dalam jumlah banyak dapat dengan cepat meningkatkan asupan energi harian,” ujar Prof. Sri sebagaimana dikutip dari publikasi resmi IPB University.
Selain itu, penting untuk membedakan antara mentega dan margarin. Margarin lunak umumnya dibuat dari minyak nabati yang kaya lemak tak jenuh. Sebaliknya, mentega murni kaya akan lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan nutrisi harian.
2. Gangguan Pencernaan dan Perut Begah
Pernahkah Anda merasa mual atau sangat begah setelah menyantap makanan berlemak tinggi? Makanan yang kaya akan lemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan manusia, sehingga memperlambat proses pengosongan lambung.
