Sebelumnya diberitakan, 10 warga asal Purwakarta tersebut telah hampir dua bulan berada di kawasan hutan Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Pihak keluarga menginformasikan bahwa para pekerja mengalami kesulitan setelah mandor yang disebut bertanggung jawab terhadap pekerjaan meninggalkan lokasi.
Akibatnya, para pekerja disebut tidak memiliki kepastian mengenai pembayaran hasil pekerjaan maupun kepulangan mereka ke Purwakarta.
Dalam kondisi tersebut, mereka berupaya mencari jalan keluar dengan menuju kawasan yang lebih ramai. Bahkan, keluarga menyebut para pekerja harus menumpang kendaraan warga yang melintas untuk bisa mencapai wilayah perkotaan.
