Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Perdana! Hari Jadi Purwakarta ke-195, Masyarakat Edukasi Sejarah dengan Twibbon

Sabtu, 18 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Sorawarga

Tuturut Munding: ‘Ti Beurang Batur Puasa, Manehna Jajan Samangka’ Fenomena Ramadan?

By RedaksiSelasa, 3 Maret 2026
Doel Sumbang dan tradisi Ramadan dalam lagu Tuturut Munding
Ilustrasi jajan samangka (Foto: Net)

“Batur saur milu saur, batur buka milu buka
Ti beurang batur puasa, manehna jajan samangka”

Penggalan lirik Tuturut Munding itu seperti selalu menemukan momentumnya setiap Ramadan tiba.

Lagu religi Sunda karya Doel Sumbang ini bukan sekadar nostalgia sahur era 1990-an. Ia seperti pengingat yang diam-diam menegur bahwa ketika orang lain menahan lapar, selalu ada yang memilih “jajan samangka” di siang bolong.

Kalimatnya terdengar ringan, bahkan sering dinyanyikan sambil tertawa. Namun justru karena terdengar biasa, sindirannya terasa lebih ‘Jos’.

Baca Juga:  Polres Purwakarta Bagikan Bantuan Sembako Untuk Sopir Angkot dan Tukang Ojek

Lebih dari Sekadar Lagu Religi

Sejak dirilis pada 1990-an, Tuturut Munding sudah menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Jawa Barat. Refrain-nya akrab di telinga warga yang dibangunkan sahur. Ia seperti lagu wajib yang tak pernah diminta, tapi selalu ada.

Namun jika disimak pelan-pelan, makna Tuturut Munding tidak sesederhana lagu pengiring kentongan.

Secara harfiah, tuturut munding berarti mengikuti kerbau. Dalam budaya Sunda, ini sindiran bagi orang yang berjalan tanpa pikiran sendiri alias ikut-ikutan, tanpa pertimbangan. Kerbau berjalan lurus mengikuti jalur, tak peduli ke mana arah dibawa.

Baca Juga:  Atasi Kemiskinan di Purwakarta, Abang Ijo Hapidin Siapkan Program Inovatif

Doel Sumbang meminjam metafora itu untuk menggambarkan perilaku sosial yang terasa akrab. Ketika yang lain berbuat baik, kita ikut. Ketika yang lain menyimpang, kita pun tak keberatan terseret.

Di situlah fenomena Ramadan yang disinggung dalam liriknya terasa nyata. Ketika sebagian orang berusaha khusyuk, selalu ada yang memilih abai.

“Manehna Jajan Samangka”, Sebuah Potret Sosial

Di tengah suasana puasa, lirik “ti beurang batur puasa, manehna jajan samangka” bukan sekadar humor.

Ia potret kecil yang terasa nyata. Selalu ada yang memilih berbeda. Selalu ada yang merasa aturan bisa dinegosiasikan.

Baca Juga:  LKPJ Bupati Purwakarta: PR Besar Bernama “Kemiskinan”

Doel Sumbang sendiri pernah menegaskan bahwa lagu religi ini bukan untuk menghakimi, melainkan mengingatkan.

“Kami hanya ingin mengingatkan bahwa di bulan puasa, ada kewajiban yang harus dipenuhi, terutama bagi umat Muslim. Namun, kenyataannya, banyak di antara mereka yang justru melanggar. Lagu ini menyindir perilaku tersebut,” jelasnya seperti dikutip MaveMagz pada 2025 lalu.

1 2
Doel Sumbang Puasa Ramadan Tuturut Munding
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Program P3-TGAI Sri Surya Buana Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Poktan Desa Parungbanteng: Utamakan Mutu, Kualitas, dan Kemanfaatan bagi Petani

Rabu, 8 Juli 2026

Dinilai Ganggu Pandangan Pengendara, Gerai Roti’O di Depan Gang Seroja Purwakarta Dikeluhkan Warga

Selasa, 23 Juni 2026

Haul Akbar Mama Sempur ke-51: Momentum Menguatkan Keteladanan Guru di Tengah Krisis Adab Pelajar

Minggu, 26 April 2026

Di Balik Megahnya Air Mancur, Ruang Kreatif Pemuda Purwakarta Dipertanyakan

Kamis, 26 Februari 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Perdana! Hari Jadi Purwakarta ke-195, Masyarakat Edukasi Sejarah dengan Twibbon

Sabtu, 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.