Pasokan akan didatangkan secara bertahap melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran, mengikuti jadwal kedatangan kapal tanker.
“Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mengoptimalkan seluruh lini operasional untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami memperkuat pasokan, meningkatkan kesiapan SPBU, serta mengerahkan dukungan personel dan armada agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal,” kata Ahad, Kamis (15/10/2026).
Selain menambah pasokan, Pertamina menyiapkan 60 SPBU tambahan yang beroperasi selama 24 jam. Fasilitas tersebut melengkapi 24 SPBU yang sebelumnya sudah melayani konsumen sepanjang hari.
Pertamina juga menambah operator dan pengemudi mobil tangki cadangan. Koordinasi dilakukan bersama Kodam IX/Udayana untuk mendukung kelancaran operasional.
Dukungan armada turut diperkuat, termasuk dengan mengalihkan sebagian mobil tangki dari Banyuwangi ke Bali.
Pertamina juga mengoptimalkan layanan motoris BBM bagi pengguna sepeda motor sebagai alternatif pelayanan. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan operasional dan keselamatan.
Ahad menjelaskan, pemulihan layanan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya BBM yang tersedia. Kelancaran distribusi dari terminal hingga SPBU juga menjadi faktor penting.
“Pemulihan layanan tidak hanya bergantung pada penambahan pasokan, tetapi juga pada kesiapan seluruh unsur operasional, mulai dari terminal, armada pengangkut, hingga pelayanan di SPBU,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Langkah penanganan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Penambahan pasokan dan penguatan operasional tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali, sehingga aktivitas masyarakat dan usaha, termasuk penyewaan kendaraan serta perjalanan wisata, bisa kembali berjalan normal.
