Wisatawan Domestik dan Mancanegara Ikut Terdampak
Kejadian tersebut dialami penyewa dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.
Antrean sangat panjang di SPBU membuat sebagian konsumen harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Ketika bahan bakar tak kunjung diperoleh, mereka memilih meninggalkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan cara lain.
Dampak dari kelangkaan BBM juga dirasakan pengemudi yang melayani perjalanan wisata. Adi menyebut sejumlah mobil wisata turut ditinggalkan di kawasan Bedugul karena kendala bahan bakar.
“Terus sopir-sopir tour guide pariwisata di sini, arah Bedugul tuh banyak sekali mobil ditinggalkan juga sama sopirnya,” kata Adi.
Meski mengalami kendala, para penyewa sejauh ini tidak meminta ganti rugi kepada pengelola rental. Adi menilai konsumen memahami bahwa persoalan BBM tersebut bukan disebabkan oleh pihak penyedia jasa penyewaan kendaraan.
“Kalau untuk ganti rugi sih enggak dari mereka. Karena kan memang bukan kesalahan kita. Jadi, mereka pahamlah terkait untuk masalah itu, enggak ada minta ganti rugi,” tuturnya.
Adi mengatakan kelangkaan BBM di Bali telah berlangsung selama empat hari hingga Kamis (15/10/2026). Berdasarkan pengamatannya, kondisi tersebut belum menunjukkan perubahan yang berarti.
Di tengah gangguan yang dialami masyarakat dan pelaku usaha, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan BBM untuk mempercepat pemulihan layanan di Bali.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa tambahan pasokan tersebut mencakup 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.
