Kini, Syeikh Abdul Muhyi telah bersemayam dalam keabadian bumi Pamijahan. Namun, namana tetap hidup bukan sebagai pahlawan berpedang di medan laga, melainkan sebagai pejuang sunyi yang membentengi iman dan martabat bangsanya dari gulungan ombak kolonialisme melalui ilmu, tasawuf, dan jaringan tarekat di tanah Sunda. (Naurid)
