Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Pendidikan

Gemerisik Dedaunan di Goa Pamijahan: Menelusuri Jejak Sunyi Syeikh Abdul Muhyi Melawan Arus Kolonial

By RedaksiMinggu, 20 September 2026
Komplek Makam Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan Tahun 1910.

Oleh: Naurid Muhammad Rifa’i Ilyasa

Purwakartaupdate.com – Sayup-sayup suara gemericik air memantul dari dinding batu basah di pedalaman Pamijahan, Tasikmalaya. Di kegelapan gua yang lembap itu, ratusan tahun lalu, seorang lelaki memejamkan mata. Langkah kakinya telah menempuh ribuan mil melewati kebesaran istana Mataram, riak ombak Samudra Hindia hingga Makkah, hingga akhirnya bersembunyi di balik rimbunnya hutan Garut Selatan.

Lelaki itu adalah Abdul Muhyi. Lahir pada 1650 di Kotapraja Mataram Islam, dirinya memegang tiket emas menuju lingkaran elite priyayi. Ayahnya, Lebe Wartakusumah, seorang Penghulu keturunan bangsawan Kerajaan Galuh yang bertugas di Sumedang Larang dan Mataram. Ibunya, Raden Ajeng Tangenjiah, mengalirkan darah mulia Sunan Giri I.

Baca Juga:  Sekolah Swasta di Purwakarta Krisis Siswa Baru, Ini Kritik MKKS

Namun, takdir Abdul Muhyi tidak ditulis di atas karpet merah istana.

Pelarian dari Bayang-Bayang VOC

Jawa pada pertengahan abad ke-17 sedang dirundung kecemasan. Di bawah kepemimpinan Sultan Amangkurat I (1646–1677), cengkeraman Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) semakin dalam merambah urusan dalam negeri kesultanan. Suasana istana yang pekat dengan kompromi dan sekulerisasi terselubung membuat Lebe Wartakusumah mengambil keputusan krusial: menjauhkan sang putra dari pusat kekuasaan.

Sejarawan Dr. Ramlan Maulana (kanan) tengah diwawancarai di kediamannya di Sindangkasih, Purwakarta.

Di usianya yang masih amat muda, Abdul Muhyi dikirim jauh ke timur, dari Pesantren Ampel Denta di Surabaya yang kemudian singgah bergu tarekat Syathariyah pada Syeikh Abdurrauf Singkel hingga usianya 19 tahun. Menurut Dr. Ramlan Maulana seorang praktisi sejarah Islam di Priangan, telah membagikan pendapat dalam bukunya berjudul Kaum Ménak Santri: Relasi Kuasa, Kolonialisme dan Identitas Islam, menggambarkan suasana kebatinan zaman itu:

Baca Juga:  Video: Kerajinan Tangan Dari Desa di Tasikmalaya Digemari Warga Jepang
1 2 3 4 5
Goa Pamijahan Sejarah Islam Syeikh Abdul Muhyi Tarekat Syathariyah tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

PMR SMKN Darangdan Boyong Tiga Piala di Lomba Garda Istimewa Se-Kabupaten Purwakarta

Sabtu, 19 September 2026

Sanggar Dangiang Padjadjaran Purwakarta Borong Juara di Lomba Tari Daerah Nusantara Tingkat Nasional 2026

Rabu, 16 September 2026

Kemenhaj Purwakarta Goes To School, Dorong Perencanaan Haji Sejak Dini

Selasa, 15 September 2026

Perluas Jaringan Luar Negri, MAN Purwakarta Jajaki Kerja Sama Dengan Marwadi University India

Kamis, 3 September 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.