Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Pendidikan

Gemerisik Dedaunan di Goa Pamijahan: Menelusuri Jejak Sunyi Syeikh Abdul Muhyi Melawan Arus Kolonial

By RedaksiMinggu, 20 September 2026
Komplek Makam Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan Tahun 1910.

Lembah Pamijahan: Benteng Sunyi Perlawanan

Langkah kaki sang Syeikh akhirnya berlabuh di tanah leluhur istrinya di Sukapura (Pamijahan). Selama setengah abad sejak 1680 hingga akhir hayatnya pada 1730 di usia 80 tahun ulama karismatik itu mengabdikan diri sebagai Mufti Sukapura.

Di Pamijahan, Syeikh Abdul Muhyi tidak hanya mengajarkan ajaran tasawuf falsafi tentang Martabat Tujuh, tetapi juga menyemai benih-benih perlawanan diam (silent resistance). Dari lorong-lorong gua dan surau sederhana di Pamijahan, jaringan Tarekat Syathariyah mengakar kuat di benak para santri.

Baca Juga:  Selamat! Jabar Bebas PPKM Level 4, Enam Daerah Siap Gelar PTM Terbatas

Siapa sangka, benih spiritual yang ditanamnya di abad ke-17 itu kelak mekar menjadi kobaran api perjuangan pada abad ke-19. Prof. Dr. Ajid Thohir akademisi sejarah Islam menegaskan warisan historis ini:

Prof. Dr. H.Ajid Thohir (kiri) saat diwawancarai di Gedung Pascasarjana UIN SGD Bandung.

“Ajaran tasawuf di era kolonial seringkali menjadi panji perjuangan sebagai gerakan spiritual murni. Pada abad ke-19, jaringan ini terbukti meluas menjadi basis organisasi perjuangan Pangeran Diponegoro. Bahkan ulama pejuang seperti Syeikh Yusuf Purwakarta di wilayah Karawang bergerak di bawah panji Tarekat Syathariyah yang sama.”

Baca Juga:  Video: Kerajinan Tangan Dari Desa di Tasikmalaya Digemari Warga Jepang
1 2 3 4 5
Goa Pamijahan Sejarah Islam Syeikh Abdul Muhyi Tarekat Syathariyah tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

PMR SMKN Darangdan Boyong Tiga Piala di Lomba Garda Istimewa Se-Kabupaten Purwakarta

Sabtu, 19 September 2026

Sanggar Dangiang Padjadjaran Purwakarta Borong Juara di Lomba Tari Daerah Nusantara Tingkat Nasional 2026

Rabu, 16 September 2026

Kemenhaj Purwakarta Goes To School, Dorong Perencanaan Haji Sejak Dini

Selasa, 15 September 2026

Perluas Jaringan Luar Negri, MAN Purwakarta Jajaki Kerja Sama Dengan Marwadi University India

Kamis, 3 September 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.