Golam, yang pernah menjabat sebagai duta besar selama sekitar lima tahun, juga mengatakan bahwa petugas bantuan hukum dan bagian ketenagakerjaan biasanya terlibat dalam pendampingan perkara semacam itu.
“Tidak mungkin hal seperti ini terjadi tanpa pemberitahuan. Dalam kasus-kasus besar seperti ini, pemerintah Saudi selalu memberi tahu kami, dan petugas bantuan hukum serta bagian ketenagakerjaan kami hadir dalam proses persidangan,” kata Golam kepada Bangla Tribune.
Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap proses komunikasi antara pemerintah Arab Saudi dan Bangladesh dalam menangani perkara hukum yang melibatkan warga negara asing.
Namun, kepastian mengenai apakah pemberitahuan resmi telah disampaikan sebelum eksekusi masih perlu merujuk pada penjelasan dari kedua pemerintah.
Kasus ini juga menyisakan pertanyaan mengenai rincian dakwaan terhadap kedua warga Bangladesh tersebut, mengingat informasi mengenai tindakan yang dituduhkan belum dijelaskan secara lengkap kepada publik.
