Purwakartaupdate.com, Jakarta – Konflik berkepanjangan dan krisis kemanusiaan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–26 dan 28 September 2026 di New York, Amerika Serikat.
Pengamat Timur Tengah sekaligus Ketua The Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia dan mahasiswa program International Peacebuilding di Hartford International University, Amerika Serikat, Nata Sutisna, menilai Timur Tengah masih menjadi salah satu kawasan paling kompleks di dunia.
Kawasan yang menjadi tempat lahirnya berbagai peradaban besar dunia tersebut hingga kini masih menghadapi konflik berkepanjangan yang melibatkan berbagai kepentingan politik, keamanan, energi, ekonomi, hingga perebutan pengaruh antarnegara.
“Selama puluhan tahun, Timur Tengah menjadi arena persaingan berbagai kepentingan global. Banyak pihak datang dengan agenda politik, keamanan, ekonomi, dan pengaruh masing-masing. Namun, di tengah begitu banyak kepentingan yang bermain, persoalan utama masyarakat yang terdampak konflik justru semakin sulit diselesaikan. Alih-alih membawa stabilitas, dinamika tersebut membuat situasi di kawasan semakin kompleks,” ujar Nata.
