“Palestina bukan hanya tentang satu wilayah atau satu periode konflik. Ada jutaan pengungsi Palestina yang selama puluhan tahun hidup dalam ketidakpastian. Ini bukan hanya persoalan politik, tetapi persoalan kemanusiaan,” kata Nata.
BRICS dan Komitmen Perdamaian
Selain Palestina, Nata menyoroti pertemuan BRICS di New Delhi pada 12–13 September 2026. Forum tersebut dinilai menjadi salah satu gambaran bahwa stabilitas Timur Tengah masih menjadi perhatian komunitas internasional.
Pertemuan yang melibatkan berbagai negara, termasuk Indonesia, Mesir, Iran, dan Uni Emirat Arab, menghasilkan Deklarasi New Delhi yang menyerukan penahanan diri atau maximum restraint, perlindungan warga sipil, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.
Namun, Nata menilai tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan deklarasi, melainkan memastikan komitmen tersebut membawa dampak nyata.
“Dunia sudah memiliki banyak forum, deklarasi, dan mekanisme diplomasi. Namun, ukuran keberhasilan perdamaian bukan hanya seberapa banyak dokumen yang dihasilkan, tetapi apakah masyarakat yang terdampak konflik benar-benar merasakan perubahan,” ujarnya.
