“Indonesia harus tampil percaya diri dalam politik global. Kita tidak boleh hanya menjadi pengikut atau sekadar menjadi penonton dalam perubahan dunia. Indonesia memiliki modal sejarah, pengalaman diplomasi, dan nilai yang dapat ditawarkan kepada komunitas internasional,” ujar Nata.
Ia mendorong Indonesia untuk terus menjalankan diplomasi aktif dengan mengedepankan kepentingan nasional sekaligus nilai perdamaian.
“Indonesia perlu terus mengusung diplomasi aktif. Bukan menjadi ekor dari kepentingan kekuatan besar, tetapi hadir sebagai negara yang mampu membangun jembatan, memperjuangkan dialog, dan menawarkan solusi,” katanya.
Nata menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam misi perdamaian dunia.
“Dunia membutuhkan negara-negara yang tidak hanya berbicara tentang kekuatan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Indonesia harus mengambil peran tersebut,” ujarnya.
