Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta dapat memberikan perhatian terhadap sekolah yang memang memiliki persoalan, sekaligus tetap memberikan ruang bagi sekolah lain yang selama ini menjalankan pengelolaan kas secara terbuka melalui kesepakatan orang tua.
Baginya, persoalan Komite, Korlas dan uang kas tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Komunikasi, transparansi dan kesepakatan bersama antara orang tua dan sekolah menjadi bagian penting agar tidak muncul prasangka maupun kesalahpahaman.
Sebab, satu persoalan di satu sekolah tidak semestinya menjadi alasan untuk memberikan penilaian yang sama kepada seluruh sekolah. (Red)
