“Sejak awal kami tidak pernah menerima pemberitahuan ataupun diajak bermusyawarah. Karena itu wajar apabila warga mempertanyakan keberadaan kios tersebut,” katanya.
Asep menilai lokasi kios berada tepat di mulut jalan lingkungan yang menjadi akses padat kendaraan, termasuk kendaraan besar yang keluar masuk SPBU.
“Antrian sepeda motor pembeli membuat arus lalu lintas semakin padat. Yang paling kami khawatirkan adalah faktor keselamatan karena pandangan pengendara menjadi terhalang,” ujarnya.
Ia mengaku telah menerima banyak keluhan dari masyarakat, termasuk adanya insiden tabrakan sepeda motor yang diduga dipicu terbatasnya jarak pandang di lokasi tersebut.
