“Untuk AHS, tingkat kematiannya dapat sangat tinggi, terutama pada kuda yang belum memiliki kekebalan. Karena itu, pencegahan melalui pengendalian vektor sangat penting,” kata Wini.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemilik kuda adalah mengurangi paparan terhadap serangga pembawa penyakit, termasuk mengandangkan kuda pada waktu-waktu ketika lalat Culicoides lebih aktif, seperti pagi serta sore menjelang malam.
Sementara itu, Strangles atau penyakit cekik disebabkan bakteri Streptococcus equi subspesies equi. Penyakit tersebut dapat menular dengan cepat, baik melalui kontak langsung antarkuda maupun melalui peralatan kandang, tempat pakan dan air minum yang telah terkontaminasi.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, penurunan nafsu makan, keluarnya cairan atau nanah dari hidung, serta pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang. Pembengkakan tersebut pada kondisi tertentu dapat mengganggu saluran pernapasan.
