Drh. Wini Karmila mengatakan, pengambilan sampel dilakukan sebagai bagian dari upaya surveilans untuk mengetahui kondisi kesehatan kuda sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya penyakit tertentu.
“Dalam pemeriksaan ini kami mengambil beberapa sampel, di antaranya sampel darah, swab trakea, dan feses. Sampel tersebut nantinya diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi penyakit pada kuda,” ujar Wini.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian, terutama untuk pemeriksaan terhadap penyakit African Horse Sickness (AHS) dan Strangles.
Selain itu, dalam pemeriksaan tersebut drh. Wini Karmila juga melakukan koordinasi dengan Bamin Pol Satwa (Kuda) Polda Jawa Barat. Koordinasi dilakukan karena beberapa ekor kuda tengah dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan.
