Selain rempah dapur, Anda bisa memanfaatkan bahan alami lainnya seperti daun jambu biji atau bubuk kopi hitam murni tanpa gula.
Kopi hitam dan daun jambu biji mengandung zat tanin yang sangat ampuh mengikat serta menyerap zat penyebab bau menyengat pada jengkol saat proses perebusan berlangsung.
3. Pipihkan (Geprek) Jengkol Setelah Direbus
Begitu jengkol selesai direbus dan ditiriskan, lakukan teknik pemipihan atau geprek. Tempatkan jengkol di atas cobek atau talenan, lalu tekan atau pukul perlahan menggunakan ulekan hingga bentuknya sedikit memipih.
Proses melembutkan serat jengkol ini memiliki dua fungsi penting:
- Memaksimalkan Keempukan: Serat jengkol yang terurai akan membuat teksturnya menjadi jauh lebih empuk saat dikunyah.
- Mempermudah Bumbu Meresap: Permukaan jengkol yang memipih dan agak terbuka memudahkan bumbu balado, semur, atau rendang meresap sempurna hingga ke bagian dalam.
4. Gunakan Teknik Rebus Lama atau Panci Presto
Tingkat keempukan jengkol sangat ditentukan oleh durasi memasaknya. Jika merebus menggunakan panci biasa, gunakan metode api sedang dan rebus dalam jangka waktu yang cukup lama hingga teksturnya benar-benar empuk saat ditusuk garpu.
Ingin menghemat waktu dan gas? Gunakan panci presto (pressure cooker). Memasak jengkol dengan panci presto hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit sejak panci mendesis.
Tekstur jengkol yang dihasilkan akan menjadi sangat empuk, pulen, dan tidak alot saat disantap.
Olah Jengkol Favorit Anda Tanpa Ragu!
Mengolah jengkol agar bebas bau dan bertekstur empuk ternyata sangat mudah dilakukan sendiri di rumah tanpa perlu bahan-bahan yang rumit.
