Karena belum adanya kepastian aturan, pihak SMK Farmasi Purwakarta memilih berhati-hati dalam memberikan informasi kepada orang tua calon siswa yang mendaftar melalui jalur SSK.
“Saat ini ada empat siswa yang mendaftar melalui jalur SSK dan kami tampung dulu. Kami belum melakukan pembahasan biaya dengan orang tua karena khawatir terjadi kesalahan informasi,” ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan SMK Bina Budi Purwakarta. Kepala SMK Bina Budi Purwakarta, Aam Aminah, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian mengenai pola pembiayaan dalam program tersebut.
“Kami masih menunggu kejelasan, apakah ini bentuk subsidi atau pembiayaan penuh. Bantuan yang disampaikan Rp100 ribu per bulan dan uang bangunan Rp1,5 juta, tetapi mekanisme pencairannya juga masih kami tunggu,” ujar Aam.
