PurwakartaUpdate.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, terus memutar otak untuk mengurai persoalan sampah yang makin krusial.
Seiring pesatnya aktivitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal, volume sampah di Kabupaten Purwakarta kini mencatatkan angka yang terbilang fantastis, yakni mencapai 410,73 ton per hari.
Melihat tingginya volume limbah harian tersebut, Pemkab Purwakarta menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi sekadar mengandalkan dinas teknis atau pemrosesan akhir.
Pemerintah daerah menekankan krusialnya keterlibatan aktif masyarakat, pelaku dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Sri Jaya Midan, menyampaikan bahwa tantangan penanganan sampah di wilayahnya memerlukan perhatian serius dan tindakan terpadu dari hilir hingga ke hulu.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegas Sri Jaya Midan dalam keterangannya di Purwakarta, dikutip dari laman ANTARA
Gerakan Berkah Sampah: Solusi Terintegrasi Berbasis Warga
Sebagai langkah nyata di lapangan, Pemkab Purwakarta kini tengah mengoptimalkan program unggulan bertajuk “Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa”.
Program inovatif ini dirancang guna membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat melalui tiga pilar utama:
1. Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur atau rumah tangga.
Langkah ini bertujuan mengurangi jumlah sampah yang tercampur sekaligus mempermudah proses daur ulang. Penguatan jaringan Bank Sampah menjadi salah satu instrumen penting untuk menampung sampah terpilah tersebut.
2. Pengembangan Ekonomi Sirkular
Melalui Gerakan Berkah Sampah, limbah rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai barang buangan yang tak bernilai.
Pemkab Purwakarta mendorong pengolahan daur ulang berbasis ekonomi sirkular, sehingga sampah dapat diolah menjadi nilai tambah ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
3. Pembentukan Bank Sampah di Setiap Desa dan Kelurahan
Guna memperluas jangkauan program, Pemkab Purwakarta menargetkan pembentukan Bank Sampah Unit di setiap desa dan kelurahan.
Kehadiran unit-unit desa ini akan terkoneksi langsung dengan Bank Sampah Induk di tingkat kabupaten untuk memastikan alur pengolahan berjalan terstruktur.
