PurwakartaUpdate.com— Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menegaskan komitmennya untuk memacu percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat menjelang penutupan tahun anggaran 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa seluruh proyek strategis daerah dipastikan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, meskipun skema penerimaan daerah tengah dihadapkan pada penundaan pencairan Dana Bagi Hasil (DBH).
Dikuti oleh PurwakartaUpdate dari Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat agar tidak khawatir mengenai stabilitas kas daerah akibat tertundanya dana transfer dari pusat tersebut.
Ia menekankan bahwa tata kelola dan manajemen keuangan daerah telah dirancang secara cermat, terukur, dan adaptif.
Hal ini dilakukan agar penundaan administratif pencairan dana transfer tidak sampai menghentikan atau mematikan ritme pekerjaan fisik konstruksi di lapangan.
“Kita sedang ngebut agar dalam dua setengah bulan ke depan semua pekerjaan dapat selesai dan tercapai target hingga 100 persen. Uangnya cukup tidak? Insyaallah kita kelola keuangan dengan baik. Meski dana bagi hasil tertunda, kita tetap ngebut membangun,” tegas Dedi Mulyadi, Senin (19/10/2026).
Proyek Hotmix dan Pengecoran Beton Digenjot Serentak
Dampak positif dari masifnya pengerjaan infrastruktur ini mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para pengguna jalan di Jawa Barat.
Pengerjaan fisik berupa pelapisan ulang jalan dengan metode hotmix hingga pengecoran beton tengah berlangsung secara serentak di berbagai koridor utama wilayah Jawa Barat.
Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah semakin mantap serta mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas ekonomi warga.
Namun, percepatan aktivitas konstruksi yang sengaja dikejar menjelang akhir tahun anggaran ini tak dipungkiri berdampak pada timbulnya simpul-simpul kemacetan lalu lintas, terutama pada momen akhir pekan (weekend).
Menanggapi ketidaknyamanan tersebut, Dedi Mulyadi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga dan pengguna jalan.
Ia menegaskan bahwa gangguan arus lalu lintas yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi sementara demi hadirnya kualitas jalan yang jauh lebih mulus, kokoh, dan tahan lama di masa depan.
