PurwakartaUpdate.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), turun langsung ke lokasi titik api untuk memimpin serta mengawasi proses pemadaman pada Kamis siang (22/10/2026).
Langkah cepat ini diambil guna memastikan kobaran api tidak makin meluas dan merusak ekosistem penting di pegunungan tertinggi di Jawa Barat tersebut.
Kehadiran KDM di lapangan sekaligus memberikan dorongan semangat bagi para petugas gabungan, relawan, serta masyarakat setempat yang terus berjuang mengendalikan api.
Imbauan Tegas dan Panggilan Aksi bagi Warga Kaki Gunung
Melalui unggahan resmi di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, KDM menyerukan imbauan mendesak kepada warga yang bermukim di sekitar kaki Gunung Ciremai.
Secara khusus, ia meminta partisipasi aktif dari warga Desa Seda, Desa Cibuntu, serta seluruh wilayah Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
KDM meminta para pemangku kebijakan setempat mulai dari Camat, Kepala Desa, hingga Ketua RT dan RW untuk segera bergerak cepat mengarahkan warganya membantu tim pemadam di lapangan.
“Untuk seluruh warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan, para kepala desanya, ketua RT, RW-nya, camat, segera warganya dikerahkan untuk ikut turut serta memadamkan api agar apinya tidak terus menjalar,” tegas KDM dalam keterangannya.
KDM mengingatkan betapa vitalnya peranan Gunung Ciremai bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
Menurutnya, pemadaman harus dilakukan secepat mungkin agar dampak kerusakan lingkungan tidak meluas. Kebakaran yang dibiarkan tanpa penanganan massif berpotensi merusak sumber daya air, keanekaragaman hayati, dan mengancam keamanan permukiman.
“Karena kalau apinya menjalar, gunung terbakar maka seluruh warga akan kehilangan kehidupan,” tandasnya penuh penekanan.
1 2
