“Penentuan lokasi akan sangat penting, tidak boleh mengganggu kebutuhan air di situ dan juga kebutuhan energi di situ,” katanya.
Dengan begitu, kebutuhan masyarakat tetap aman, sementara kebutuhan komputasi untuk perkembangan teknologi AI juga bisa terpenuhi.
Proyek Data Center Jatiluhur Disorot
Pernyataan Meutya muncul setelah pembangunan data center AI di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi perhatian publik.
Proyek yang digarap BDx Data Centers tersebut sebelumnya dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Nilai investasi proyek itu disebut mencapai sekitar Rp3,5 triliun.
Penghentian dilakukan karena persoalan perizinan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Kedua dokumen tersebut diketahui masih dalam proses.
Kasus tersebut kemudian memunculkan perhatian lebih luas mengenai dampak pembangunan data center terhadap kebutuhan air, energi, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
Pemerintah pun menilai pembangunan pusat data, khususnya yang berkaitan dengan AI, perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang agar perkembangan teknologi tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
