Ketika asupan kalori berlebihan tidak diimbangi dengan pembakaran yang sepadan, sisa kalori tersebut akan tertimbun dalam bentuk jaringan lemak.
Penumpukan yang terjadi secara terus-menerus inilah yang akhirnya memicu kondisi kelebihan berat badan atau overweight hingga berlanjut menjadi obesitas.
Banyak orang salah mengira bahwa obesitas hanyalah pemicu awal dari penyakit tidak menular lainnya. Padahal, kondisi ini dipicu oleh interaksi kompleks berbagai faktor harian.
Salah satu yang paling menonjol adalah tingginya asupan kalori harian yang tidak sebanding dengan tingkat aktivitas fisik hlanan yang sangat rendah.
Gaya hidup sedentary atau kurang bergerak ini kian diperparah oleh pola penggunaan ponsel pintar yang tidak terkontrol.
Penggunaan gawai secara berlebihan membuat orang cenderung duduk atau berbaring dalam waktu lama, sehingga menurunkan frekuensi gerak tubuh secara signifikan.
Sebagai langkah penanganan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah menyiapkan strategi pencegahan obesitas nasional. Strategi ini difokuskan pada promosi kesehatan serta pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
