Berdasarkan data sementara yang disampaikan Siti, belum ada laporan korban dari kelompok ibu hamil dan ibu menyusui. Sementara itu, tiga balita tercatat ikut terdampak.
“Balita ada tiga,” ucapnya.
Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar sekolah mendata siswa yang mengonsumsi MBG dan mengalami gejala sakit. Siswa yang mengalami keluhan diminta segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Yang penting pasien itu tertangani,” tegas Siti.
RSD Gunung Jati menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dalam kejadian tersebut. Direktur Utama RSD Gunung Jati, Katibi, mengatakan pasien mulai berdatangan ke IGD sejak Selasa (20/10/2026) sore.
Hingga Rabu pukul 09.00 WIB, tercatat 62 pasien telah terdaftar. Setelah waktu tersebut, dua pasien tambahan datang sehingga jumlah keseluruhan yang ditangani rumah sakit mencapai 64 orang.
“Mulai jam 17.50 WIB sampai jam 09.00 WIB hari ini, jumlah pasien yang terdaftar ada 62 pasien. Setelah jam 09.00 WIB ada tambahan dua, jadi jumlahnya 64,” kata Katibi, Rabu (21/10/2026).
Dari 62 pasien yang datang hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 47 orang telah diperbolehkan pulang. Sebelas pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan empat lainnya masih dalam observasi di IGD.
“47 pasien Alhamdulillah sudah bisa pulang,” ujar Katibi.
Empat pasien yang masih menjalani observasi tersebut terdiri dari tiga anak-anak dan satu orang dewasa. Sementara itu, dua pasien tambahan datang setelah pukul 09.00 WIB.
Hingga laporan ini disusun, Dinas Kesehatan Kota Cirebon masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga yang diduga terdampak. Penanganan medis menjadi prioritas agar seluruh pasien mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan.
