Pemindahan pasien kemudian dilakukan ke RS Ciremai dan RSD Gunung Jati. Penanganan selanjutnya melibatkan total delapan rumah sakit di wilayah Kota Cirebon.
Mayoritas korban merupakan anak-anak yang mengonsumsi menu MBG di lingkungan pendidikan. Namun, warga dewasa juga dilaporkan terdampak setelah ikut menyantap makanan yang dibawa pulang oleh anggota keluarga mereka.
Siti menjelaskan, ada anak yang menerima makanan MBG lalu membagikannya kepada saudara di rumah. Dalam kasus lain, makanan tersebut turut dikonsumsi anggota keluarga yang lebih tua.
“Ada juga yang dibawa pulang, ternyata. Jadi adiknya yang dapat MBG, kakaknya ikut makan. Ada juga cucunya dapat MBG, neneknya ikut makan, karena ada nenek-nenek juga yang kena,” kata Siti.
Selain anak-anak dan anggota keluarga, dua petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dilaporkan terdampak. Dinas Kesehatan masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah dan sebaran korban secara lebih lengkap.
Petugas turut melakukan penelusuran melalui puskesmas dan posyandu. Pemantauan ini juga menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
