Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar menerapkannya dalam aktivitas usaha sehari-hari. Selain kegiatan pendampingan, tim KKNT Inovasi IPB juga mengembangkan template pencatatan keuangan usaha dalam dua versi, yaitu digital dan konvensional.
Template ini dirancang sederhana agar mudah digunakan oleh pelaku usaha mikro dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam. Versi digital dilengkapi perhitungan otomatis sehingga peserta dapat langsung melihat rekap pemasukan, pengeluaran, hingga laba usaha, sedangkan versi konvensional diperuntukkan bagi peserta yang lebih nyaman melakukan pencatatan secara manual.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya datang dari Bu Dita, KPM PPSE di RT 02 RW 04 yang menjalankan usaha warung sembako. Saat mencoba template digital, ia mengaku pencatatan keuangan menjadi jauh lebih mudah.
“Oh, ini otomatis ya… jadi lebih simpel dan langsung ketahuan,” ungkap Bu Dita.
Bagi tim mahasiswa, tanggapan tersebut menjadi bukti bahwa teknologi sederhana dapat membantu membangun kebiasaan baru dalam mengelola keuangan. Ketika proses pencatatan dibuat lebih praktis, pelaku usaha akan lebih terdorong untuk menerapkannya secara rutin.
