Purwakartaupdate.com, Purwakarta – Banyak pelaku usaha mikro merasa usahanya terus berjalan dengan baik. Dagangan tetap laku, pelanggan datang silih berganti, dan uang terus berputar setiap hari. Namun, ketika ditanya berapa keuntungan yang sebenarnya diperoleh dalam sebulan, tidak sedikit yang kesulitan menjawab.
Kebiasaan mencatat keuangan yang masih minim menjadi salah satu penyebabnya. Padahal, pencatatan sederhana dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi usahanya sekaligus menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Kondisi serupa juga ditemukan oleh Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta pada Juli 2026.
Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), sebagian besar Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) telah memiliki usaha produktif, tetapi belum konsisten melakukan pencatatan keuangan.
