“Sasaran yang tepat mungkin bisa kepada penerima bantuan PPSE, karena sebagian besar penerima PPSE belum konsisten dalam melakukan pencatatan keuangan usahanya, sekaligus sebagai alat bantu dalam monitoring dan evaluasi penerima PPSE,” ujar Bu Desi, Pendamping PKH wilayah Tegalmunjul.
Berangkat dari temuan tersebut, tim KKNT Inovasi IPB menginisiasi Program PINTAR (Pendidikan Literasi Keuangan Rumah Tangga). Program ini bertujuan membekali KPM PPSE dengan kemampuan mengelola keuangan rumah tangga dan usaha, membantu mereka menyusun tujuan keuangan, serta mendorong kemandirian ekonomi melalui pengelolaan usaha yang lebih terencana.
Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, Program PINTAR menggunakan pendekatan one-to-one. Tim mahasiswa mendatangi setiap KPM PPSE di kediamannya masing-masing sehingga proses pendampingan dapat berlangsung lebih fokus dan sesuai dengan kondisi usaha peserta.
Setiap KPM memperoleh dua kali sesi pendampingan yang disertai praktik langsung menggunakan data keuangan usahanya sendiri. Materi yang diberikan mencakup empat aspek utama literasi keuangan, yaitu recording (pencatatan keuangan), budgeting (penganggaran), saving and investing (menabung dan perencanaan keuangan), serta financial protection (proteksi keuangan).
