PurwakartaUpdate.com — Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) sepanjang pekan ini (26–31 Oktober 2026) mencatatkan dinamika yang cukup tinggi.
Sempat mencicipi tren penguatan di awal hingga pertengahan pekan, tren positif tersebut ternyata hanya bersifat sesaat.
Menjelang akhir pekan, harga emas Antam justru berbalik arah dan tersungkur signifikan.
Mengawali perdagangan pekan ini pada Senin, 26 Oktober 2026, harga emas Antam terpantau stabil atau stagnan di angka Rp 2.540.000 per gram.
Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali yang berada di level Rp 2.335.000 per gram.
Sebagai informasi, buyback adalah patokan harga yang diterima konsumen saat menjual kembali emas batangan kepada pihak Antam.
Stagnasi tersebut tidak bertahan lama. Pada Selasa (27/10/2026), harga emas Antam mulai merangkak naik sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 2.550.000 per gram.
Tren kenaikan berlanjut pada Rabu (28/10/2026) dengan lonjakan yang lebih tinggi, yakni bertambah Rp 20.000 sehingga menetapkan harga jual di level Rp 2.570.000 per gram, sementara buyback ikut terkerek ke posisi Rp 2.365.000 per gram.
Koreksi Tajam Menjelang Akhir Pekan
Sayangnya, angin segar bagi para investor emas tidak berumur panjang. Memasuki Kamis (29/10/2026), harga emas Antam mulai berbalik tertekan dengan koreksi turun Rp 11.000 menjadi Rp 2.559.000 per gram.
Tekanan jual kian mendalam pada Jumat (30/10/2026). Harga emas Antam melemah Rp 13.000 dan bertengger di posisi Rp 2.546.000 per gram.
Puncak pelemahan terjadi pada penutupan akhir pekan, Sabtu (31/10/2026), di mana harga emas Antam anjlok Rp 20.000 ke level Rp 2.526.000 per gram.
Penurunan paling tajam dirasakan pada harga buyback emas Antam di akhir pekan. Nilai buyback merosot drastis hingga Rp 65.000, menyeret posisinya ke level Rp 2.276.000 per gram.
Koreksi masif ini tentu menjadi sentimen tersendiri bagi para pelaku pasar pemegang aset logam mulia jangka pendek.
