Pengaruh Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak Dunia
Dinamika pergerakan komoditas global turut mewarnai akhir pekan ini, di mana harga minyak dunia dilaporkan melonjak lebih dari 2% pada Jumat (30/10/2026) ke level tertinggi sejak akhir April.
Kenaikan tajam ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, pasca-pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS).
Selain itu, insiden penyerangan terhadap sebuah kapal tanker menggunakan limpet mine di Selat Hormuz turut memperketat risiko pasokan energi global.
Harga minyak Brent ditutup melesat US$ 2,76 ke level US$ 117,64 per barel, sementara minyak WTI menguat ke posisi US$ 104,12 per barel. Sepanjang bulan ini, harga minyak Brent tercatat menorehkan kenaikan hingga 13,6%.
Di tengah gejolak pasar komoditas energi dan ketegangan geopolitik global yang kian memanas termasuk kebijakan Kedutaan Besar AS di Riyadh yang menginstruksikan evakuasi sebagian staf non-darurat dari Arab Saudi para investor diimbau untuk terus memantau pergerakan pasar secara cermat guna memitigasi risiko investasi logam mulia ke depannya.***
