Selain memetakan lahan yang rawan kekeringan, Dispangtan Purwakarta juga menyoroti perlunya optimalisasi sumber air dan perbaikan jaringan irigasi.
Pemeriksaan langsung di lapangan dilakukan untuk mengetahui kendala pengairan serta melihat sarana yang masih bisa dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air sawah.
Upaya tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dispangtan, BRMP Unggas, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Koordinasi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat penanganan masalah pengairan, baik melalui pendampingan teknis maupun dukungan infrastruktur yang dibutuhkan petani.
Pemetaan dan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pertanian di Kabupaten Purwakarta.
Dengan mengetahui titik rawan dan kebutuhan air sejak awal, penanganan diharapkan bisa lebih tepat sasaran sehingga risiko penurunan produksi padi dapat ditekan.
