PurwakartaUpdate.com – Sejumlah siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami mual, muntah, hingga diare.
Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah anak yang mengalami keluhan tersebut dibawa ke Rumah Sakit Putera Bahagia di Kota Cirebon pada Selasa (20/10/2026) sore.
Suasana rumah sakit pun ramai oleh orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluhan mulai muncul setelah para siswa pulang sekolah. Beberapa orang tua mengaku mendapat kabar bahwa anak mereka mengalami muntah-muntah dan gangguan buang air besar.
Salah seorang orang tua siswa, Agus Bakhtiar, mengatakan dirinya mendapat telepon dari ibunya sekitar pukul 15.45 WIB. Ia diberi tahu bahwa anaknya muntah-muntah setelah pulang sekolah.
Agus kemudian pulang dan menanyakan makanan yang dikonsumsi anaknya saat berada di sekolah.
Dari keterangan sang anak, salah satu menu MBG yang dimakan adalah telur puyuh. Telur tersebut disebut memiliki rasa asam.
“Saya tanya anaknya habis makan apa, MBG-nya kenapa, apa yang dimakan? Telur. Telurnya kenapa? Asam,” kata Agus.
Setelah mendapat informasi tersebut, Agus menghubungi guru anaknya untuk mencari tahu apakah ada siswa lain yang mengalami keluhan serupa.
Dari komunikasi itu, ia mengetahui bahwa sejumlah siswa lainnya juga dilaporkan mengalami gejala yang mirip.
Agus akhirnya membawa anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Ia mengaku semakin khawatir ketika melihat banyak orang tua lain datang membawa anak mereka dengan keluhan serupa.
“Saya bawa anak saya ke rumah sakit Putra Bahagia (Siloam). Ternyata banyak yang mengalami kejadian seperti anak saya,” ujarnya.
Agus menuturkan, anaknya mengalami muntah beberapa kali setelah pulang sekolah. Namun, hingga saat itu, anaknya belum mengalami diare.
“Anak saya muntah-muntah. Ada juga katanya yang kena diare. Kalau anak saya belum sempat diare, tapi muntah beberapa kali,” katanya.
