“Pihak mayoritas dan minoritas harus saling memanusiakan tanpa harus khawatir terjadi pergeseran iman atau saling bajak keimanan,” tegasnya.
Aa Komara berharap para pemimpin dan elite bangsa dapat memberikan teladan dalam menjaga keberagaman agar generasi muda memiliki pedoman yang jelas dalam menyikapi perbedaan.
“Seluruh elite di negeri ini harus memberikan teladan sebagai konsekuensi menjadi negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Jangan bersikap abu-abu yang pada akhirnya melahirkan kebingungan kepada generasi muda harus seperti apa hidup di negeri yang heterogen ini,” pungkasnya. (Red)
