“Kalau kondisinya seperti ini seharusnya pengelola jangan tetap memungut tarif. Kami datang jauh-jauh ke sini ingin menikmati waduk, tapi yang terlihat malah hamparan eceng gondok,” ujar Yanti, Rabu (24/6/2026).
Keluhan serupa disampaikan Iyan, salah seorang tukang perahu yang setiap hari mencari nafkah dengan membawa wisatawan berkeliling kawasan Parang Gombong.
Menurutnya, keberadaan eceng gondok yang semakin meluas membuat jalur perahu sulit dilalui dan berdampak langsung terhadap pendapatannya.
“Kalau kondisi Danau Jatiluhur seperti ini, penuh dengan eceng gondok, saya sebagai tukang perahu mau cari makan dari mana? Perahu juga sulit jalan kalau jalurnya tertutup tanaman seperti ini,” ungkap Iyan.
