“Manuskrip merupakan salah satu warisan pengetahuan yang memiliki nilai penting bagi sejarah dan kebudayaan. Pelestariannya tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menjaga kondisi fisik naskah agar tetap bertahan, tetapi juga bagaimana memastikan kandungan informasinya dapat dikenali, dipahami, dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” menjadi pokok pesan yang diangkat dalam sesi pembahasan.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keberadaan arsip dan naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di lingkungan keluarga, pesantren, maupun masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kearsipan, pesantren, komunitas literasi, dan masyarakat menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga keberlangsungan warisan dokumenter daerah.
Melalui kegiatan ini, PC Pagar Nusa Kabupaten Purwakarta berharap Ngaji Siloka dapat menjadi salah satu ikhtiar dalam membangun budaya literasi berbasis sejarah dan kearifan lokal. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan antara pesantren, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga warisan intelektual daerah. (Rasti)
