Dalem Santri dikenal masyarakat karena kealimannya dalam menjalankan ibadah. Julukan tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan kehidupan keagamaan.
Setelah Dalem Santri wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh adiknya, Raden Adipati Aria Soeriawinata atau Dalem Sholawat, yang menjabat sebagai Bupati Karawang pada periode 1828–1849.
Dalem Sholawat kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Wanayasa ke Sindang Kasih pada 1830. Setahun berikutnya, nama Purwakarta dikukuhkan melalui Besluit pemerintah kolonial Belanda tertanggal 20 Juli 1831 Nomor 2.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu landasan penetapan tanggal 20 Juli sebagai Hari Jadi Kabupaten Purwakarta.
Dengan demikian, perjalanan sejarah Purwakarta tidak hanya berkaitan dengan Dalem Sholawat, tetapi juga tidak dapat dipisahkan dari peran Dalem Santri yang lebih dahulu memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah Wanayasa.
