Syamsi menyebut, perekaman biometrik atau Bio Visa dilakukan menggunakan aplikasi Saudi Visa Bio oleh petugas Kemenhaj Purwakarta.
Setiap jemaah menjalani sejumlah tahapan perekaman, mulai dari pemindaian paspor dan wajah hingga pemindaian 10 sidik jari. Proses dilakukan secara bertahap dan bergiliran untuk memastikan data biometrik sesuai dengan identitas masing-masing jemaah.
“Perekaman secara terpusat di Kantor Kemenhaj Purwakarta diharapkan mempermudah jemaah sekaligus mempercepat proses administrasi. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan keberangkatan calon jemaah haji Purwakarta menuju Tanah Suci pada 2027,” Ucapnya.
Syamsi berharap, persiapan lebih awal diharapkan dapat meminimalkan kendala sekaligus memberikan kepastian pada setiap tahapan pelayanan menuju musim haji 2027.
“Fokus kita bukan hanya keberangkatan dan pemulangan, tetapi juga kualitas pembinaan, perlindungan jemaah, ketertiban data, kesehatan, dan kepatuhan seluruh ekosistem layanan,” Pungkasnya. (*)
