Menutup pernyataannya, Aa Komara menegaskan bahwa melestarikan sejarah, mengenang jasa para ulama, serta membina generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
“Jangan sampai tercipta stigma yang ironis, di mana di satu sisi Purwakarta lekat dengan identitas sebagai Kota Santri, namun di sisi lain para remajanya justru terlibat dalam aksi kebrutalan dan kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya,” pungkas Aa Komara.
Klik tautan Twibbon Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172 di bawah ini:
– Twibbon Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172
– Twibbon Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172
