Menurutnya, momentum Haol ke-172 menjadi ruang strategis untuk mendekatkan generasi muda kepada sejarah dan keteladanan para ulama, sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga marwah, nama baik, serta mencintai Purwakarta sepenuh hati.
“Sebab, dahulu Syaikh Baing Yusuf turut merintis Purwakarta melalui berbagai ikhtiar hingga akhirnya menjadi salah satu pusat keilmuan dalam syiar Islam,” katanya.
Ia berharap kegiatan haol mampu memotivasi generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan haol ini dapat memotivasi generasi penerus bahwa mereka juga dapat menjadi sosok yang dihormati seperti Syaikh Baing Yusuf, dengan terus beraktivitas dan berkontribusi dalam kebaikan, bukan sebaliknya menjadi generasi destruktif yang merusak Purwakarta maupun dirinya sendiri,” harap Aa Komara.
