Dengan cara ini, program pelatihan diharapkan tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi juga membantu peserta memanfaatkan kompetensinya untuk memperoleh penghasilan.
Ke depan, Disnaker Kabupaten Bandung berupaya meningkatkan kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan tenaga kerja dan potensi ekonomi daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain memperbarui kurikulum, memperluas kemitraan dengan perusahaan, serta meningkatkan pemantauan terhadap alumni.
Koordinasi dengan asosiasi usaha dan pemangku kepentingan lainnya juga diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja.
Selain itu, penentuan bidang pelatihan akan mempertimbangkan peluang kerja dan potensi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Melalui berbagai upaya tersebut, Disnaker Kabupaten Bandung berharap pelatihan kerja dapat semakin relevan dengan kebutuhan industri, membuka akses pekerjaan yang lebih luas, serta mendukung tumbuhnya wirausaha baru di masyarakat.