Disnaker Kabupaten Bandung tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pelatihan. Kompetensi yang diperoleh peserta juga diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan peluang usaha yang tersedia.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk perusahaan di sektor garmen.
Melalui kerja sama tersebut, lulusan pelatihan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Peluang untuk mengikuti proses rekrutmen maupun pemagangan juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses kerja bagi alumni.
Bidang menjahit, termasuk keterampilan sebagai operator garmen, menjadi salah satu pilihan pelatihan yang dinilai relevan dengan kondisi pasar kerja Kabupaten Bandung.
Hal ini berkaitan dengan keberadaan industri tekstil dan garmen yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu.
Disnaker Kabupaten Bandung juga melakukan pemantauan terhadap peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
Langkah tersebut bertujuan mengetahui perkembangan alumni, mulai dari status pekerjaan hingga kegiatan usaha yang mereka jalankan.
Informasi yang terkumpul menjadi bahan evaluasi untuk menentukan jenis pelatihan yang perlu diperkuat pada masa mendatang.