dengan tampilan modern dan promosi masif di media sosial, satu camilan tradisional tetap setia bertahan sebagai buah tangan khas Kabupaten Purwakarta, yakni Simping Kaum.
Bukan karena tampilannya yang mencolok atau rasa yang aneh-aneh, melainkan karena kesederhanaannya yang justru menghadirkan cita rasa khas dan konsisten sejak dulu.
Cita rasa khas serta nilai nostalgia menjadi daya tarik utama yang membuat jajanan tradisional tidak kehilangan peminat.
Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, simping dipercaya sudah ada sejak masa kerajaan di Jawa Barat. Dahulu, kudapan tipis berbentuk bundar ini disebut-sebut hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.
Kini, Simping Kaum justru menjadi camilan merakyat yang mudah dijumpai, terutama di kawasan sekitar Alun-alun Purwakarta.
Di sentra oleh-oleh sekitar Alun-alun Purwakarta, deretan simping dalam kemasan plastik transparan tampak tersusun rapi di etalase toko. Aroma khas kencur tercium samar saat kemasan dibuka.






