“Peserta yang mengikuti festival ini berjumlah 256 orang, berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Tangerang, Banten, dan berbagai daerah di Jawa Barat,” jelas Mulyana.
Ia berharap Festival Layangan Freestyle tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu menjaga kelestarian permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.
Menurutnya, festival seperti ini menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali budaya bermain layangan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, agar permainan tradisional tetap hidup dan tidak tergerus arus modernisasi. (Riyan Kurnia)
