“KBRI di negara-negara yang terdampak perkembangan tersebut sejauh ini baru merilis informasi resmi dan imbauan kewaspadaan. Belum ada instruksi evakuasi,” tutur Herman.
Terkait pemetaan jumlah warga, Herman mengaku sedang mengejar data akurat dari setiap kedutaan. Data ini krusial sebagai landasan utama dalam menyusun langkah konkret perlindungan penduduk Jabar di perantauan.
“Data warga Jawa Barat yang berada di Timur Tengah saat ini belum kami peroleh secara detail, karena data tersebut berada di masing-masing KBRI. Kami sedang berkoordinasi agar data tersebut bisa segera kami akses sebagai dasar pengambilan langkah konkret,” pungkasnya.(red)
