Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Peristiwa

Cegah ‘Hanky-Panky’, BGN Bakal Wajibkan Suplai ke Dapur MBG Lewat Marketplace

By HendraSenin, 21 September 2026
Kepala BGN Sudaryono bahas pengadaan bahan pangan MBG
Kepala BGN Sudaryono saat rapat bersama Komisi IX DPR RI membahas program MBG (Foto: Dok. BGN)

PurwakartaUpdate.com – Suplai bahan pangan untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal diatur melalui sistem marketplace yang sedang disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam sistem ini, tujuh komoditas akan menjadi prioritas pengawasan, mulai dari beras, minyak goreng hingga ayam, telur, daging, ikan, dan susu.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut masih dalam tahap perancangan. Pengadaan melalui sistem terstruktur diharapkan membuat setiap transaksi tercatat sehingga proses pembelian bahan pangan lebih mudah diawasi.

“Kami sedang mengonsep, jadi belanja-belanjanya itu menggunakan sistem sehingga tidak ada lagi hanky-panky, tidak ada lagi minta kickback, tidak ada lagi pemaksaan, tidak ada lagi beli kualitasnya jelek tapi diakui tinggi, diakui bagus, supaya dia mengambil untung, dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sudaryono, pembenahan rantai pasok diperlukan karena harga sejumlah komoditas di pasaran bisa berada pada tingkat yang terlalu murah atau justru terlalu mahal.

Baca Juga:  Tak Sekadar Kenyang, Dapur MBG di SPPG Cilalawi Hadirkan Menu Bergizi Seimbang Sesuai Standar Nasional

Di sisi lain, BGN ingin memastikan bahan yang masuk ke dapur MBG memenuhi standar mutu dan gizi.

Ada tujuh komoditas yang menjadi perhatian utama BGN. Ketujuhnya yakni beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu.

“Khususnya adalah tujuh item yang kami prioritaskan: yang pertama beras, enggak boleh pakai SPHP; yang kedua minyak goreng, tidak boleh pakai minyak goreng MinyaKita; yang ketiga ayam, telur, daging, ikan, dan susu,” tegasnya.

Ketujuh bahan tersebut mendapat perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi penerima manfaat MBG.

BGN menilai kesalahan dalam penanganan bahan pangan dapat berdampak pada kesehatan dan mengganggu target pemenuhan gizi.

“Kenapa ini menjadi penting? Karena gizi anak-anak ini harus spesial gizi. Kalau penanganan tidak benar, ini menyebabkan gangguan kesehatan, dan target kita untuk mencapai gizi yang baik ini kemudian tidak akan tercapai,” imbuh Sudaryono.

Baca Juga:  Porsi Kurang? Ini Hasil Evaluasi BRIN Soal Program Makan Bergizi Gratis

Data Pemasok Akan Terintegrasi

Selain mengatur proses belanja, BGN juga menyiapkan pusat informasi yang terintegrasi antardapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sistem tersebut ditujukan untuk mencegah pemasok yang diketahui memberikan bahan pangan berkualitas buruk kembali memasok ke SPPG lainnya. Dengan informasi yang terhubung antardapur, pemasok dapat lebih mudah dipantau.

Sudaryono mencontohkan kebutuhan standar yang sama untuk komoditas ayam segar. Menurutnya, definisi dan kriteria bahan pangan harus dibuat jelas agar tidak terjadi perbedaan pemahaman antara pemasok dan pengelola dapur.

“Kalau ada yang kasih ayam jelek yang menyebabkan keracunan makanan, misalnya, itu kemudian dari satu SPPG dia bisa jualan di SPPG lainnya karena tidak adanya pusat informasi di antara SPPG,” jelasnya.

Baca Juga:  Bos Dapur MBG di Purwakarta, Stop Pakai Mobil SPPG buat Belanja!

BGN juga menyiapkan sistem zonasi untuk rantai pasok. Konsep tersebut telah dibahas bersama asosiasi peternak ayam dan telur serta pemangku kepentingan terkait.

Komoditas Lain Tetap Ikut Pasar

Meski menyiapkan sistem khusus untuk tujuh komoditas prioritas, BGN tidak akan mengatur seluruh bahan pangan dengan mekanisme yang sama.

Bahan penunjang seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan berbagai jenis rempah lainnya tetap akan mengikuti mekanisme pasar.

“Selain tujuh tadi itu, kemudian brambang, bawang, kemudian ketumbar, dan lain sebagainya, itu ya sudah mekanisme pasar saja,” kata Sudaryono.

Saat ini, rancangan marketplace pengadaan bahan pangan tersebut masih dikaji BGN. Sudaryono memperkirakan proses pematangan sistem membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat minggu.

“Kami sedang kaji. Kami butuh waktu mungkin beberapa minggu, dua ya tiga minggu, satu bulan insyaallah,” pungkasnya.***

Badan Gizi Nasional Dapur MBG Makan Bergizi Gratis Marketplace Program MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Sensasi Treking Gunung Haur Purwakarta: Jalur Menantang dengan Wisata View Waduk Jatiluhur

Senin, 21 September 2026

Menjajal Gunung Burangrang 2.050 Mdpl: Pesona Sunda Purba dan Tantangan Jalur Pendakiannya

Senin, 21 September 2026

Pesona Gunung Bongkok Purwakarta: Surga Pendaki Pemula dengan Pemandangan Sunrise Memukau

Senin, 21 September 2026

Usai Nobar Persija vs Persib, Polres Purwakarta Amankan Jalur Pulang Warga

Senin, 21 September 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.