Koordinasi tersebut dilakukan untuk membantu menelusuri keberadaan Sri dan memastikan tindak lanjut atas laporan yang diterima pemerintah daerah.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, Sri berangkat ke Dubai pada 14 September 2026.
Ia sempat bekerja setelah tiba di UEA. Namun, belakangan Sri diketahui tidak lagi berada di tempat kerja sebelumnya.
Setelah itu, komunikasi dengan pihak keluarga terputus. Keluarga kemudian berupaya mencari bantuan setelah menerima pesan yang mengindikasikan bahwa Sri sedang menghadapi situasi yang mengkhawatirkan.
Meski demikian, kronologi lengkap kejadian yang dialami Sri di UEA masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Selain berupaya mengetahui keberadaan Sri, Disnaker Bandung Barat juga menelusuri proses keberangkatannya ke luar negeri.
Penelusuran tersebut mencakup dokumen keberangkatan serta pihak-pihak yang diduga membantu proses penempatannya sebagai pekerja migran.
Dewi mengatakan, status legalitas proses keberangkatan dan peran pihak terkait belum dapat dipastikan. Informasi tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari instansi yang berwenang.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan seorang pekerja migran yang dilaporkan kehilangan kontak dengan keluarga setelah mengirimkan pesan permintaan bantuan.
Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Perkembangan mengenai keberadaan Sri dan hasil penelusuran kasus ini masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
