Rekaman kejadian itu kemudian menyebar di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Meski demikian, motif di balik insiden tersebut belum dijelaskan secara terperinci. Pihak KPPG Bogor menyebut persoalan itu akan didalami dalam sidang etik.
Haidir mengatakan GD akan diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan sebelum tim etik mengambil keputusan.
“Iya besok baru akan menjalani sidang etik. Dia kan dikasih kesempatan untuk menjelaskan sebelum diputuskan. Untuk memberikan klarifikasi, untuk tim etik mendalami seperti apa kejadiannya dan segala macam. Besok disidang itu akan didalamin,” ujar Haidir.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional telah menindaklanjuti laporan mengenai dugaan kekerasan di lingkungan KPPG Bogor.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN, Rahman, menyampaikan bahwa kasus tersebut akan diproses melalui mekanisme etik kepegawaian.
“Sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi, posisi yang bersangkutan sebagai Koordinator Wilayah Purwakarta akan dilakukan penanganan melalui sidang etik kepegawaian di Biro SDMO BGN Pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rahman dalam keterangan pada Sabtu (17/10/2026).
Sidang etikĀ menjadi tahapan bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi sekaligus mendalami peristiwa yang terjadi.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bagian dari proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Belum ada penjelasan terperinci mengenai penyebab perselisihan antara GD dan RAN.
Pihak KPPG Bogor juga belum memastikan apakah persoalan tersebut berkaitan dengan pekerjaan atau masalah pribadi.
Informasi lebih lanjut mengenai kronologi dan motif kejadian diharapkan terungkap melalui proses pemeriksaan internal BGN.
Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman dugaan kekerasan di lingkungan kantor tersebut beredar luas di media sosial. Namun, penetapan tanggung jawab dan keputusan terkait pelanggaran kepegawaian tetap menunggu hasil proses pemeriksaan.
